Tuesday, September 27, 2016

Penyakit Metabolisme Yang Wajib Dipahami Peternak Unggas


Kali ini saya akan membahas Penyakit Metabolisme pada unggas yang wajib dipahami oleh para peternak. Kadang-kadang penyakit ini dinomer duakan dibanding penyakit bakteri, virus atau jamur. Faktanya kerugian akibat penyakit metabolisme ini bisa dibilang fatal. Berikut ini Penyakit Metabolisme Yang Wajib Dipahami Peternak Unggas:



1. Defisiensi Protein dan Asam Amino

Ayam-ayam yang kekurangan protein atau salah satu asam amino esensial mengakibatkan penurunan pertumbuhan sesuai dengan derajat defisiensinya. Defisiensi protein menyebabkan penimbunan lemak dalam jaringan, karena ayam tidak mampu menggunakan energy sebaik-baiknya akibat kurangnya protein dan asam amino yang terkandung dalam ransum.
Defisiensi protein yang hebat menyebabkan berhentinya pertumbuhan dan kehilangan pertumbuhan rata-rata 6-7 % dari berat badan per hari. Demikian pula kelebihan protei dan asam amino mengakibatkan penurunan pertumbuhan yang ringan, penurunan penimbunan lemak tubuh dan kenaikan tingkat asam urat dalam darah. Kelebihan protein dapat juga menyebabkan kelenjar adrenal membesar dan meningkatkan produksi adrenocorticosteroid.

2. Defisiensi Asam Lemak Esensial
Defisiensi asam lemak menyebabkan pertumbuhan terhambat, penurunan produksi telur, penurunan fertilitas dan meningkatnya mortalitas embrio dalam mesin tetas.

3. Defisiensi Vitamin

a. Vitamin A
Ayam yang kekurangan vitamin A memperlihatkan ataxia yang hebat, terdapat akumulasi keputih-putihan seperti susu dan bahan seperti keju terbentuk dalam mata. Mata terisi eksudat putih sehingga ayam tidak bisa melihat dan dapat mengakibatkan kerusakan mata.
Anak ayam umur sehari, gejala yang terlihat pada akhir minggu pertama ditandai dengan nafsu makan menurun, pertumbuhan terhambat, tidak ada keseimbangan, mengantuk, lemah, kurus dan pertumbuhan bulu jelek.
Pada defisiensi vitamin A yang kronis terjadi pengeluaran air mata dan bahan seperti keju terlihat di bawah kelopak mata. Xerophthalmia adalah gejala yang tetap pada defisiensi vitamin A, tetapi tidak terjadi pada anak ayam karena pada defisiensi yang akut pada anak ayam tersebut dapat menyebabkan kematian lebih dulu sebelum matanya terserang.

b. Vitamin D
Vitamin D dibutuhkan oleh ayam untuk metabolism kalsium dan fosfor yang tepat dalam pembentukan kerangka tulang yang normal, paruh yang keras dan kukuh, serta pembentukan kulit telur yang kuat.
Defisiensi vitamin D menyebabkan ricketsia yaitu tulang mudah rapuh dan patah. Pada ayam petelur dewasa gejala timbul 1-2 bulan sesudah kekurangan vitamin D. gejala pertama terlihat pada kulit telur yang tipis dan lembek diikuti penurunan produksi telur dan daya tetas. Kaki lemah, paruh dan kuku menjadi sangat lembek dan mudah dibengkokkan. Sternum dan tulang rusuk kehilangan sifat kekuatan yang normal dan tertarik ke dalam pada bengkokan dari posisi sternum dan vertebrae.
Pada anak ayam ditandai dengan pertumbuhan terlambat, kelemahan yang hebat dari kaki. Ayam berjalan dengan susah payah dan kehilangan keseimbangannya. Pertumbuhan bulu sangat kurang dan terlihat kusam. Pada kasus defisiensi vitamin D kronis tulang-tulang dada bengkok ke samping.

c. Vitamin E
Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan biologis, menjaga struktur lipida dalam mitokondria terhadap kerusakan oksidatif, berfungsi dalam reaksi-reaksi fosforilasi normal terutama persenyawaan fosfat berenergi tinggi seperti fosfat keratin dan trifosfat adenosine, dalam metabolism asam nukleat, dalam sintesis asam askorbat, ubiquinon dan metabolism sulfur asam amino.
Defisiensi vitamin E dapat menimbulkan gejala pada ayam dewasa berupa penurunan produksi telur, anak ayam yang menetas dari induk yang diberi pakan kadar vitamin E rendah mati setelah 4 hari dalam mesin tetas. Pada anak-anak ayam menderita ensefalomalasia, diathesis eksudatif dan atrofi otot.

d. Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan untuk produksi system enzim yang mempunyai hubungan sintesis protrombin dan minimal tiga protein plasma lainnya diperlukan dalam pembekuan darah.
Defisiensi vitamin K menyebabkan waktu pembekuan darah lebih panjang dan ayam menderita perdarahan yang terus menerus sehingga mati meskipun berasal dari luka yang kecil. Defisiensi vitamin K ringan sering menyebabkan bercak perdarahan pada dada, kaki, sayap dan ruang perut dan permukaan usus.

e. Vitamin B1 (Thiamin)
Vitamin ini diperluakn untuk mengaktifkan dan mengubah aldehid aktif yaitu asetaldehid, suksinat semialdehid dan glikoaldehid.
Defisiensi vitamin ini ditanddai dengan nafsu makan menurun dan tururnnya berat badan, bulu-bulu kusut, kaki lemah dan langkah sempoyongan. Pada ayam dewasa memperlihatkan jengger biru. Bila defisiensi ini terus berlangsung maka terjadi kelumpuhan otot yang dimulai dengan jari direnggangkan, kemudian otot ekstensor dari kaki terserang, sayap dan leher. Ayam duduk pada kaki yang direnggangkan dan kepala ditarik ke belakang. Tertariknya kepala karena otot leher bagian anterior lumpuh. Segera setelah itu ayam tidak mampu berdiri dan roboh pada lantai dan kepala tetap ditarik.

f. Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan-jaringan pada hewan. Defisiensi vitamin ini menyebabkan lumpuh jari kaki, pertumbuhan lambat, lemah, kurus, bergerak dengan tumit dibantu oleh sayap-sayapnya. Jari-jari bengkok dan ditarik ke dalam. Otot kaki atrofi dan lemah, kulit kering dank eras.
Apabila defisiensi vitamin ini berlanjut ayam-ayam tidak berdaya dengan kaki direntangkan, kadang-kadang dengan arah yang bertentangan. Pada ayam petelur terjadi penurunan produksi dan daya tetas serta kematian embrio.

g. Niasin (Asam Nikotinat)
Asam nikotinat merupakan komponen vitamin dalam enzim yang sangat penting. Enzim-enzim tersebut meliputi koenzim I dan II.
Defisiensi niasin menyebabkan pembesaran dari persendian tibiotarsal, kaki membengkak, jalan pincang dan kadang-kadang tidak mampu berjalan, pertumbuhan bulu kurang, dermatitis dan diare.

h. Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin ini sangat penting dalam metabolism hewan dan mikroorganisme. Fungsi metabolic dari piridoksal fosfat meliputi tranaminase, dekarboksilasi, desulfurasi dan banyak reaksi lainnya dari asam amino.
Defisiensi vitamin ini menyebabkan gangguan syaraf pada kaki ditandai dengan konvulsi, sayap terkulai, jatuh terguling-guling dan sering menyebabkan kematian. Defisiensi yang kronis menyebabkan perosis.
Pada ayam dewasa atau petelur ditandai penurunan produksi telur dan daya tetas, konsumsi pakan berkurang serta kehilangan berat badan dan mati.

i. Asam Pantotenat
Asam pantotenat berfungsi dalam sintesis asam askorbat dan ada hubungan fungsi dengan asam fosfat dan biotin, diantaranya untuk produksi normal dan daya tetas telur.
Defisiensi asam pantotenat menyebabkan penyakit kerdil anak ayam (stunted chick disease), perdarahan di bawah kulit dan oedema yang parah pada embrio. Pada anak ayam terjadi pertumbuhan lambat, bulu patah, perosis, dermatitis dan kematian. Anak ayam kurus, sudut mulut mengeras dan luka seperti kudis. Pelipuk mata sering bersatu oleh eksudat yang kental mirip pada penyakit cacar. Kulit menebal dan bertanduk dan bungkul-bungkul seperti kulit berkembang pada bawah telapak kaki.

j. Biotin
Biotin sangat diperlukan untuk metabolism karbohidrat, lipida dan protein. Defisiensi biotin menyebabkan perosis, bagian bawah dari kaki menjadi kasar, retak-retak dan perdarahan. Jari kaki menjadi nekrosis dan mengelupas. Luka-luka terlihat pada sudut mulut kemudian menjalar ke daerah sekitar paruh, pelupuk mata bengkak dan lengket menjadi satu.
Pada ayam petelur menyebabkan produksi telur dan daya tetas menurun.

k. Polasin (Asam Folat)
Polasin merupakan zat dalam hati yang digunakan untuk pertumbuhan dan mencegah anemia. Defisiensi polasin menyebabkan anemia makrositik yang hebat, pertumbuhan meneurun dan pertumbuhan bulu sangat kurang serta terjadi perosis.

l. Vitamin B12
Vitamin B12 sangat diperlukan untuk fungsi-fungsi metabolic. Defisiensi vitamin B12 menyebabkan pertumbuhan yang lambat, efisiensi penggunaan makanan menurun dan daya tetas berkurang.

m. Kolin
Kolin berfungsi mencegah terjadinya perosis, sebagai sumber kelompok metal dalam pembentukan keratin atau persenyawaan-persenyawaan lain yang memerlukan kelompok metal. Defisiensi kolin menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perosis. Pada ayam petelur menyebabkan produksi telur menurun dan meningkatnya kadar lemak dalam hati.

Demikian Penyakit Metabolisme Yang Wajib Dipahami Peternak Unggas. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat

sumber: drh. Yudi. gambar : salamfarm71.blogspot.com

No comments: