Tuesday, August 23, 2016

Rokok Tuhan 9 cm karya Taufiq Ismail


_(Puisi Taufiq Ismail Tentang Rokok Tuhan Sembilan Senti, BACALAH DENGAN SEKSAMA HINGGA TUNTAS)_
➖➖➖➖➖➖➖➖➖🚭

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

🚭 Asap rokok apabila terhisap dpt mengakibatkan penyakit terhadap org yg menghisapnya berarti sama dengan memberikan keburukan pada org tsb : "Barang siapa memberikan keburukan pada org lain dpt dikategorikan sbg Syaiton, karena Syaiton selalu memberikan keburukan".  Wallau'alam.

🚭 (Selamat menikmati rokok mahal di awal bulan September & semoga tetap bisa merokok walau uang sekolah anak tak terbayar)

Sunday, August 21, 2016

Daftar Harga Rokok Baru

Beberapa hari ini heboh tentang harga rokok yang akan naik sampe 50.000/ bungkus. Berikut ini Daftar Harga Rokok baru 2016 yang kabarnya berlaku mulai bulan depan yang di BC di grup wa
www.babatpost.com


Marlboro Merah Rp.51.800
Marlboro Light Rp.48.500
Marlboro Menthol Rp.48.800
Marlboro Black Menthol Rp.51.200
Marlboro Ice Blast Rp.52.500
Dunhill Merah Rp.50.800
Dunhill Mild Rp.48.200
Dunhill Menthol Rp.50.200
Lucky Strike Filter Rp.43.800
Lucky Strike Light Rp.42.800
Country Merah Rp.42.800
Country Light Rp.42.200
Pall Mall Filter Rp.42.500
Pall Mall Light Rp.43.800
Pall Mall Light Menthol Rp.43.800
Djarum Super 16 Rp.39.500
Djarum Super MILD Rp.40.500
Djarum Black Rp.38.800
Djarum Black Menthol Rp.39.200
Djarum 76 Rp.32.800
Djarum Clavo Filter Rp.36.200
Djarum Clavo Kretek Rp.34.800
LA Light Rp.38.800
LA Menthol Rp.39.500
LA Light Ice Rp.40.800
LA Bold Rp.40.200
Gudang Garam Filter Rp.40.500
Gudang Garam Signature Rp.42.200
Gudang Garam Signature Mild Rp.40.800
GG Mild Rp.40.500
Gudang Garam Surya 16 Rp.42.400
Gudang Garam Surya Exclusive Rp.44.800
Gudang Garam International Rp.40.200
Surya Pro Mild Rp.38.800
Sampoerna Mild Rp.48.800
Sampoerna Menthol Rp.47.500
U Mild Rp.35.800
Class Mild Rp.42.500
Star Mild Rp.40.800
Star Mild Menthol Rp.42.500
Dji Sam Soe Magnum Filter Rp.45.500
Dji Sam Soe Magnum Blue Rp.45.200

Tuesday, August 16, 2016

Emerging foodborne zoonosis



from: www.czc.hokudai.ac.jp

Peningkatan konsumsi pangan asal hewan di dunia semakin meningkat. Hal ini mempengaruhi sistem produksi hewan dan bergesernya sentra produksi hewan di dunia.  Selain itu, hal tersebut membuat hubungan antara manusia dan hewan semakin dekat. Hal ini tentu memberikan konsekuensi meningkat dan menyebarnya kasus penyakit pada hewan, termasuk yang menjadi perhatian penting adalah penyakit hewan yang dapat menular dari hewan ke manusia, yang dikenal sebagai zoonosis atau penyakit zoonotik (Emerging foodborne zoonosis).

Perkembangan produksi hasil peternakan ke negara-negara berkembang, tanpa dukungan sistem kesehatan hewan yang memadai, menyebabkan peningkatan kasus dan penyebaran penyakit zoonotik. Misalnya penyebaran penyakit avian influenza (virus avian influenza H5N1) yang sudah menyebar di dunia.

Taylor et al. (2001) melaporkan bahwa dari 1415 patogen yang dapat menginfeksi manusia, 868 (61.3%) patogen diketahui berasal dari hewan dan bersifat zoonotik. Sebanyak 175 spesies (12.4% dari 1415) merupakan penyebab penyakit-penyakit baru (emerging disease) pada manusia. Dari 175 spesies tersebut, 135 dari spesies tersebut (75%) bersumber pada hewan dan tentunya bersifat zoonotik. Hal ini memberikan "peringatan" bahwa peran mikroorganisme pada hewan penting diperhatikan dari aspek kesehatan masyarakat.

Beberapa mikroorganisme patogen yang bersifat zoonotik tersebut dapat ditularkan ke manusia melalui produk-produk hewan, dan menyebabkan "foodborne diseases" atau "foodborne illness" (penyakit yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan, termasuk air, yang mengandung mikroorganisme patogen atau bahaya-bahaya keamanan pangan lain), yang dikenal sebagai "foodborne zoonosis".  Hal tersebut  menjadi perhatian serius bidang kesehatan masyarakat veteriner (KESMAVET).   Foodborne zoonosis didefinisikan sebagai infeksi pada manusia yang ditularkan melalui makanan yang sumbernya dari hewan yang terinfeksi.
civas.net


Beberapa foodborne zoonosis yang sudah lama dikenal antara lain antraks (disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis) yang ditularkan melalui daging domba, kambing, sapi dan kerbau; sistiserkosis/taeniasis (disebabkan oleh larva cacing Taenia solium) yang ditularkan melalui daging babi; toksoplasmosis (disebabkan oleh protozoa Toxoplasma spp) yang ditularkan melalui daging kambing/domba.

Emerging foodborne zoonosis atau foodborne zoonosis yang "baru" yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan keamanan pangan antara lain:

1. Bovine spongiform encephalopathie (BSE, dikenal juga mad cow) yang disebabkan oleh prion infeksius; ditularkan melalui organ-organ dari sapi yang terinfeksi.

2. Mycobacterium paratuberculosis atau Mycobacterium avium subspecies paratuberculosis, bakteri yang menyebabkan penyakit Johne pada ternak (sapi). Penyakit pada manusia yang terkait dengan bakteri ini adalah Crohn's disease. Bakteri ini dapat ditemukan pada susu dan daging sapi terinfeksi. Bakteri ini relatif tahan panas, sehingga mungkin dapat ditemukan pada susu pasturisasi.

3. Salmonella non-tifoid, seperti Salmonella enterica serotipe Enteritidis (disingkat menjadi Salmonella Enteritidis) yang banyak ditemukan pada telur ayam normal (grade A) yang dihasilkan dari induk ayam yang terinfeksi bakteri tersebut. Bakteri Salmonella diturunkan dari induk ke telur secara intrauterin. Ayam yang terinfeksi Salmonella Enteritidis tidak menimbulkan gejala klinis atau tidak terlihat sakit (ayam tampak sehat, tetapi bakteri Salmonella tersebut dapat dipindahkan ke dalam telur).

Emerging foodborne zoonosis di masa depan cenderung disebabkan oleh virus dan parasit.

Foodborne diseases yang terkait daging:

Daging mentah (segar) dapat tercemar oleh E. coli, Salmonella, dan Staphylococcus aureus.  Dalam daging giling dapat ditemukan Clostridium perfringens, Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, enterohemorrhagic E. coli (EHEC).  Clostridium botulinum terkait dengan produk olahan daging yang dikemas vakum.  Beberapa parasit yang sering dijumpai pada daging adalah kista Taenia saginata pada daging sapi (Cysticercus bovis), kista Toxoplasma gondii dan Echinococcus granulosus (hydatid) pada daging kambing/domba, kista Taenia solium (Cysticercus cellulosae) dan Trichinella spiralis pada daging babi.

Foodborne disease yang terkait unggas:

Salmonella enterica serotipe (serovar) Enteritidis (Salmonella Enteritidis), Salmonella enterica serotipe Typhimurium (Salmonella Typhimurium), S. Infantis, S. Reading, S. Blockey, Clostridium perfringens, Campylobacter jejuni, dan E. coli sering dijumpai di produk unggas.

Foodborne disease yang terkait susu:

Telah banyak dilaporkan wabah penyakit pada manusia yang diakibatkan Salmonella spp terkait dengan keju, es krim, susu segar, dan susu pasteurisasi; Campylobacter spp terkait susu segar; wabah Listeria monocytogenes terkait dengan keju dan produk-produk susu yang diolah dari susu tanpa pasteurisasi;  serta Yersinia enterocolitica pernah menimbulkan wabah yang terkait dengan susu pasteurisasi.



sumber  :Dr.DRH. Denny WL, M.SC

Friday, August 12, 2016

semua hal trntang Qurban

www.ngaji.web.id

Kurang dari 30 hari umat Islam sedunia akan menyambut hari raya idul adha atau hari raya kurban. berkaitan dengan kurban ini saya coba googling dengan kata kunci "qurban" di mesin pencari google yang menghasilkan situs https://id.wikipedia.org/wiki/Kurban_(Islam) pada hasil pencarian. wikipedia memuat tentang arti kata kurban dan sejarahnya. 
dikutip dari wikipedia: 

Kurban (Bahasa Arab: قربن, transliterasi: Qurban),yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Pada sebuah note facebook juga ditulis lengkap tentang kurban sebagai berikut: 

I.          Pengertian

Qurban bahasa arabnya adalah  الأضحية (al-udhiyah) diambil dari kata أَضْحَى (adh-ha).
 Makna أَضْحَى (adh-ha) adalah permulaan siang setelah terbitnya matahari dan dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk sebuah nama sholat, yaitu sholat dhuha  di saat  terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.

Adapun  الأضحية (al-udhiyah / qurban) menurut syariat adalah sesuatu yang disembelih dari binatang ternak yang berupa unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik  adalah hari ke 11, 12, dan 13 Dzulhijah.

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ   (رواه الدارقطنى و البيهقى(

“Semua hari-hari Tasyriq adalah (waktu) menyembelih qurban” (HR. Ad-Daruquthni dan Al Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro)

II.        Hukum Qurban

Hukum menyembelih qurban menurut madzhab Imam Syafi’i dan jumhur Ulama adalah sunnah yang sangat diharap dan dikukuhkan. Ibadah Qurban adalah termasuk syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang dan peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

 Dan sunnah disini ada 2 macam :
1.         Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang yang mampu.
2.         Sunnah Kifayah, yaitu :  Disunnahkan dilakukan  oleh sebuah keluarga dengan menyembelih 1 ekor atau  2 ekor untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah  qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau.

Kapan qurban menjadi wajib dalam madzhab Imam Syafi’i dan jumhur Ulama?

 Qurban akan menjadi wajib dengan 2 hal :

1.         Dengan bernadzar, seperti : Seseorang berkata : “Aku wajibkan atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
2.         Dengan menentukan, maksudnya : Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata : “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.” Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.
Dalam hal ini sangat berbeda dengan ungkapan seseorang  : “Aku mau berqurban dengan kambing ini. “ Maka dengan ungkapan ini tidak akan menjadi wajib karena dia belum memastikan dan menentukan. Dan sangat berbeda dengan kalimat yang sebelumnya, yaitu “Aku jadikan kambing ini kambing qurban.”

Dan mohon diperhatikan hal ini, karena hal ini sangat penting. 


III.       Waktu Menyembelih Qurban

Waktu menyemblih qurban  itu diperkirakan dimulai dari  : Setelah terbitnya matahari di hari raya  qurban dan setelah selesai 2 roka’at  sholat hari raya idul adha ringan dan 2 khutbah ringan (mulai matahari terbit + 2 rokaat + 2 khutbah), maka tibalah waktu untuk menyemblih qurban.  Bagi yang tidak melakukan sholat hari raya ia harus  memperkirakan dengan perkiraan tersebut atau menunggu selesainya  sholat  dan khutbah dari masjid yang ada di daerah tersebut atau sekitarnya. Dan waktu menyembelih qurban berakhir saat terbenamnya matahari di hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebaik-baik waktu menyembelih qurban adalah  setelah sholat dan khutbah hari Idul Adha.

عَنِ البَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ تَمَّ نُسُكُهُ، وَأَصَابَ سُنَّةَ المُسْلِمِينَ  (رواه البخارى : 5545(
Dari Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha, maka sembelihannya telah sempurna dan ia sesuai dengan sunnah kaum muslimin.”
(HR. Bukhari no. 5545)

Catatan penting :
Jika seseorang menyembelih sebelum waktunya, atau sudah kelewat waktunya, misalnya : menyembelih di malam hari raya raya idul adha atau menyembelih setelah terbenamnya matahari tanggal 13 hari tasryik maka semblihan itu tidak menjadi qurban dan menjadi  sedekah biasa. Maka hendaknya bagi panitia qurban untuk memperhatikan masalah ini.

عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ، ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ نَحَرَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ، لَيْسَ مِنَ النُّسْكِ فِي شَيْءٍ    (رواه البخارى : 965 (

Dari Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya hal pertama yang kita mulai pada hari ini adalah kita melaksanakan shalat (Idul Adha), kemudian kita pulang dan menyembelih. Barangsiapa melakukan hal itu niscaya ia telah sesuai dengan as-sunnah. Adapun barangsiapa menyembelih hewan sebelum shalat Idul Adha, maka sembelihannya tersebut adalah daging yang ia berikan untuk keluarganya, bukan termasuk daging hewan kurban (untuk mendekatkan diri kepada Allah).”
(HR. Bukhari no. 965)

IV.       Syarat Orang Yang Berqurban

1.         Seorang muslim / muslimah
2.         Usia baligh

Baligh ada 3 tanda, yaitu :
a.          Keluar mani (bagi anak laki-laki dan perempuan) pada  usia 9 tahun hijriah.
b.         Keluar darah haid usia 9 tahun hijriah (bagi anak perempuan)
c.         Jika tidak keluar mani dan tidak haid maka di tunggu hingga umur 15 tahun. Dan jika sudah genap 15 tahun maka ia telah baligh dengan usia yaitu usia 15 tahun

Dan jika ada anak yang belum baligh maka tidak diminta untuk melakukan kurban, akan tetapi sunnah bagi walinya untuk berqurban atas nama anak tersebut.

3.         Berakal , maka orang gila tidak diminta untuk melakukan kurban, akan tetapi sunnah bagi walinya untuk berqurban atas nama orang gila tersebut.
4.         Mampu
Mampu disini adalah punya kelebihan dari makanan pokok, pakaian dan tempat tinggal untuk dirinya dan keluarganya di hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.

Maka bagi siapapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut, sunnah baginya untuk melakukan ibadah qurban.

V.        Macam-Macam Binatang Yang Boleh Dijadikan Qurban

1.         Unta, diperkiraan umurnya 5 – 6 tahun.
2.         Sapi, atau kerbau diperkirakan umurnya2 tahun ke atas.
3.         Kambing / doba dengan bermacam- macam jenisnya, diperkirakan umurnya 1- 2 tahun.

VI.       Himbauan Pemilihan Bintang Qurban

Dihimbau ( tapi tidak wajib) :
-          Gemuk dan Sehat, dengan warna apapun.

VII.     Sifat-sifat Binatang yang Tidak Boleh Dijadikan Qurban

1.         Bermata sebelah / buta
2.         Pincang yang sangat
3.         Yang amat kurus, karena penyakit.
4.         Berpenyakit yang parah

وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: - "أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَ وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي"  ( رَوَاهُ اَلْخَمْسَة. وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان (

Dari Al Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, "Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai seolah tidak berdaging dan bersum-sum.”
( Dikeluarkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban )

Keterangan :
Boleh berqurban dengan kambing / sapi/ unta BETINA.
Harap diperhatikan : Banyak masyarakat yang menganggap bahwa qurban dengan sapi /kambing /unta betina adalah tidak sah.

VIII.    Kesunahan Dalam Menyembelih Qurban 

1.         Dalam keadaan bersuci
2.         Menghadap qiblat
3.         Membaca :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ....
 “بِسْمِ اللهِ، واللهُ أَكْبَرُ، اللهُمَّ مِنْكَ، وَلَكَ....

Dan setelah itu berdoa :  
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّى ....

Kalau untuk mewakili nama orang  :
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ (disebut namanya) ....

4.         Kesunnahan lain saat menyembelih qurban,  hendaknya : Mulai awal bulan Dzulhijah tanggal 1 hingga saat menyembelih qurban agar tidak memotong / mencabut rambut atau kukunya, seperti  yang disabdakan Nabi SAW :

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ  (رواه مسلم(

“Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.”  (H.R. Muslim)

5.         Jika bisa, menyembelih sendiri bagi yang mampu.
6.         Mempertajam kembali pisaunya
7.         Mempercepat cara penyembelihan
8.         Membaca Bismillah dan Takbir (seperti yang telah disebutkan) sebelum membaca doa.
9.         Di depan warga, agar semakin banyak yang mendo’akannya.
10.       Untuk qurban yang sunnah (bukan nadzar) disunnahkan bagi yang nadzar untuk mengambil bagian  dari daging qurban biarpun hanya sedikit.

IX.      Cara Membagi  Daging Qurban

-          Jika qurban wajib karena nadzar : Maka semua dari daging qurban harus dibagikan kepada fakir miskin. Dan jika orang yang berqurban atau orang yang wajib dinafkahinya ikut makan, maka wajib baginya untuk menggantinya sesuai dengan yang dimakannya.

-          Adapun jika qurban sunnah : Maka tidak disyaratkan sesuatu apapun dalam pembagiannya, asalkan ada bagian uintuk orang fakir miskin, seberapaun bagian tersebut. Dan dianjurkan untuk bisa membagi menjadi 3 bagian. 1/3 untuk keluarga, 1/3 untuk dihidangkan tamu, 1/3 untuk dibagikan kepada fakir miskin. Dan semakin banyak yang dikeluarkan tentu semakin besar pahalanya. 

X.        Hukum Menjual Daging Qurban

Hukum menjual daging  qurban adalah harom sebelum dibagikan. Adapun  jika daging qurban sudah dibagi dan diterima, maka bagi si fakir yang menerima daging tersebut boleh menjualnya dan juga boleh menyimpannya.  Begitu juga kulitnya, tidak diperkenankan untuk dijual atau dijadikan upah bagi yang menyembelih, akan tetapi bagi seorang tukang sembelih boleh menerima kulit  serta daging qurban sebagai bagian haknya  akan tetapi tidak boleh daging dan kulit tersebut dijadikan upah.

Wallahu a’lam bisshowab


Pemotongan hewan kurban saat Idul Adha bukan hanya sekedar menjalankan syariah dan ritual saja, namun tetap mengutamakan aspek HALALAN THOYYIBAN, yang artinya pemotongan hewan harus memenuhi syarat HALAL, memperlakukan hewan sebelum dan saat penyembelihan dengan ikhsan (istilah bidang kedokteran hewan yang populer adalah Kesejahteraan Hewan), dan menangani daging dengan higienis (bersih, sehat). Daging yang dibagikan ke orang-orang yang berhak harus aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Selama mengikuti kegiatan pengawasan pemotongan hewan kurban, masih banyak ditemukan pemotongan yang TIDAK IKHSAN, artinya "menyiksa hewan", misalnya (1) penggunaan pisau yang TIDAK TAJAM sehingga pemotongan relatif lama dan tidak sekaligus; (2) penggunaan pisau yang tidak proporsional, panjang mata pisau kurang dari 20 cm digunakan untuk menyembelih sapi; (3) menyemprotkan air ke "luka" tempat yang disembelih (leher); (4) saat hewan belum "mati" sudah dipisahkan kepalanya atau bagian kakinya; (5) hewan dijatuhkan dengan "kasar" bahkan ada yang membengkokkan ekor atau mencolok mata.  Hal tersebut hanya beberapa contoh. Memang hewan "tidak merintih" atau "berteriak" saat ditangani dengan kasar.
Selain itu, untuk menjamin daging yang aman dan sehat, maka hewan harus diperiksa kesehatannya sebelum disembelih (dikenal dengan istilah PEMERIKSAAN ANTEMORTEM) dan diperiksa kesehatan daging dan jeroannya  (dikenal dengan istilah PEMERIKSAAN POSTMORTEM).  Pemeriksaan tentunya dilaksanakan oleh DOKTER HEWAN atau petugas kesehatan hewan (paramedis veteriner) yang telah dilatih.

Usaha Pemerintah pusat dan daerah dalam 10 tahun terakhir untuk terus mensosialisasikan pemotongan hewan kurban yang halalan thoyyiban perlu diapresiasi "luar biasa", bahkan Pemda DKI Jakarta telah memulai sejak lebih dari 20 tahun yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB).  Mahasiswa FKH IPB diturunkan ke tempat-tempat pemotongan hewan kurban bersama dokter hewan dan petugas kesehatan hewan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum dipotong , pemeriksaan kesehatan daging dan jeroan, serta pembinaan dan sosialisasi pemotongan hewan kurban yang halalan thoyyiban. Dahulu (awal program ini) respon pelaksana pemotongan hewan kurban terhadap program pemeriksaan hewan kurban KURANG BERKENAN, namun tahun-tahun belakangan dirasakan PERLU dan WAJIB oleh hampir semua tempat pemotongan hewan kurban, bahkan mereka meminta khusus agar tempatnya ditugaskan Dokter Hewan atau Petugas Pemeriksa atau mahasiswa FKH.

Dalam 5 tahun terakhir Pemerintah membangun model tempat pemotongan hewan kurban di beberapa mesjid dan melaksanaksn pelatihan-pelatihan cara pemotongan hewan kurban yang memperhatikan aspek HALAL dan kesejahteraan hewan, termasuk penanganan daging kurban yang higienis kepada DKM dan panitia pelaksana pemotongan hewan kurban.

Jelang idul adha ke depan, ada baiknya panitia yang akan melaksanakan pemotongan hewan kurban meminta kepada Dinas yang membidangi Kesehatan Hewan dan Peternakan di Kabupaten/Kota untuk memberi pelatihan dan pemeriksaan antemortem postmortem saat hari raya.

Semoga kita dapat melaksanakan pemotongan hewan kurban yang HALALAN THOYYIBAN dan memberikan daging yang aman dan sehat bagi para mustahiq. Aamiin.

Sumber: wikipedia, Dr.Drh.Denny WL, M.Sc, https://www.facebook.com/notes/buya-yahya dan http://www.globalqurban.com/


Thursday, August 11, 2016

Awas, Kesalahan Verbal yang bisa menjadi KDRT





Sebuah cerita inspiratif yang mudah-mudahan bisa mengingatkan kita semua.
Suatu hari saya menghadiri acara aqiqah salah seorang kawan. Beliau baru melahirkan anak pertamanya. Saat sesi perkenalan, sang suami memperkenalkan diri, sambil berterima kasih atas kehadiran para undangan pada acara aqiqah anak pertamanya, dari istri pertama. Dan memang istrinya hanya satu. Maksudnya bercanda saja. Tak dinyana ustadz yang diundang taushiyah memberi teguran. Istri dalam kondisi kesakitan setelah melahirkan. Setelah sebelumnya kelelahan mengandung anak dari sang suami selama sembilan bulan. Hati-hati dalam berbicara, karena mungkin akan menyakiti perasaannya, meskipun hanya bercanda.

Di kesempatan lain saya menghadiri sebuah pengajian. Seorang teman membawa penganan (kue) hasil karyanya. Saya dan teman-teman lain memuji sambil menikmati kue itu. Sang pembawa kue terlihat tak percaya diri. "Maenya raos? Saur pun raka mah matak nyareri patuangan cenah (Betul enak? Kata suami saya (kuenya) bikin sakit perut)" ucapnya sambil nyengir. Saya terkejut sekali mendengar ucapan itu..tak terbayang ada suami yang tega berucap seperti itu pada istrinya.


Di kesempatan lain seorang istri mengeluhkan bahwa suaminya kerapkali melakukan bullying secara verbal. Pokoknya segala label buruk pernah disematkan pada sang istri jika suami emosi. Sungguh luar biasa ketabahan sang istri dalam mempertahankan rumah tangganya ini.

Selain itu banyak juga istri yang mengeluhkan sang suami tanpa segan mengejek fisiknya, atau membandingkan dengan orang lain. Membuat dia jadi merasa tak percaya diri dan tidak dicintai. Membuatnya merasa tak berdaya dan putus asa..seolah apapun yang dilakukannya tak pernah berkenan di hati suaminya. Sehingga rutinitas rumahtangga hanya menjadi beban yang merenggut energinya. Dan berubahlah dia menjadi wanita kuyu dan kusam, seperti bulan yang tak memiliki sinar.

Bullying verbal mungkin tidak separah kasus KDRT yang melibatkan fisik. Sehingga banyak orang abai dalam hal ini. Ini bahkan terjadi di dalam rumah tangga yang (mengaku) Islami. Menganggapnya sebagai hal biasa, bercanda, lumrah dilakukan dan tidak menyakitkan. Padahal bagi seorang istri, kata-kata lembut, menyenangkan, memotivasi dan menyejukkan adalah hak, termasuk ke dalam nafkah batin yang harus dipenuhi.

Pemenuhan hak ini oleh para suami akan memberikan ketentraman dan kenyamanan pada istri. Memberikan kekuatan dan ketabahan pada istri, dan menjadi penambah energi dalam mengerjakan berbagai hal di rumah tangga.

Terkadang istri bisa lebih bertahan berkekurangan dalam nafkah lahir, daripada diberikan kelimpahan materi namun diiringi ucapan menyakitkan hati. Lebih parah lagi jika sudahlah nafkah lahir tidak terpenuhi, kata-kata yang diungkapkan menyakitkan pula. 😔

Rasulullah teramat menjaga perasaan Istri-istrinya. Beliau tak pernah mengucapkan hal yang kasar.

"Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya. Maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuatlah baik kepada wanita." (HR. Bukhori dan Muslim)

Bahkan beliau memperbolehkan 'dusta putih' dalam komunikasi suami istri..tentunya sebatas dusta yang baik saja. Memuji masakan walau rasanya tak keruan, memuji penampilan saat istri berusaha melakukan perbaikan, saling berterima kasih, pura-pura bersemangat membantu, dll.

Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin ‘Abi Mu’aythin, ia di antara para wanita yang berhijrah pertama kali yang telah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengabarkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih, -pen).”
Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).

Juga seperti perkataan ahli hikmah “wanita adalah tiang Negara, apabila wanita itu baik maka Negara akan baik, dan apabila wanita itu rusak, maka Negara akan rusak pula”

Copas status sahabat di fb..

Wednesday, August 10, 2016

Pedoman Penanganan Daging Qurban





Bagaimana menyimpan daging qurban yang benar
Apa kabar sahabat sahabat semua? berikut ini saya sajikan beberapa hal tentang Pedoman Penanganan Daging Qurban. Sesaat setelah menerima daging qurban sebagian orang langsung memasak atau disimpan di dalam freezer (pendingin). Sobat yang mendapatkan jatah berlebih biasanya menyimpan daging qurban tersebut. Penyimpanan yang kurang tepat akan menyebabkan daging menjadi menurun kualitasnya baik secara fisik atau adanya pertumbuhan mikroba yang merugikan. Ada pertanyaan apakah sebaiknya daging kurban dicuci atau tidak sebelum dimasak?

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai langkah Penanganan Daging Qurban.

1.Apakah daging qurban harus dicuci atau tidak
Daging qurban sebetulnya bersih  dari mikroba atau hanya mengandung sedikit mikroba. Perlakuan pada waktu pemotongan seperti penyembelihan, pengulitan, pemisahan jerohan, pengirisan daging dan pengemasan bisa menyebabkan adanya cemaran bakteri ke permukaan daging.
Pencucian daging memang terbukti secara ilmiah mengurangi jumlah mikroba dalam daging. Namun pencucian yang dilakukan dengan air mengandung mikroba (misalnya air sungai) justru akan menyebabkan bertambahnya jumlah mikroba. Pencucian yang dilakukan pada daging kemudian dibiarkan pada udara terbuka, dan tidak langsung dimasak juga terbukti bisa menyebabkan pertambahan jumlah mikroba, karena air yang bercampur dengan daging adalah media yang sangat baik bagi mikroba untuk berkembang biak.
Jadi sebaiknya dicuci atau tidak? Boleh dicuci tapi harus segera dimasak atau disimpan dalam lemari beku suhu di bawah 0 C (beberapa mikroba mungkin tidak mati oleh suhu dingin tapi terhambat untuk berkembang biak). Seandainya tidak dicuci, pastikan bahwa proses pemotongan dan penanganan daging dilakukan dengan bersih.
Hal penting lainnya adalah penggunaan plastik yang memang layak untuk makanan agar daging tidak tercemar plastik yang bukan untuk makanan. Pemisahan jeroan dan daging juga penting agar mikroba yang banyak terdapat pada jeroan tidak tercemar ke dalam daging

2.Bagaimana cara menyimpan daging di Kulkas/freezer?
a. Pastikan daging tidak dicampur antara daging sapi dengan daging kambing, selain menghindari bau prengus juga meminimalkan jumlah cemaran mikroba.
b. daging yang memar atau kotor sebaiknya diiris dan tidak dicampur dengan daging yang bagus.
c. Jangan mencampur daging, tulang dan jerohan putih (usus, babat) karena jerohan mengandung lebih banyak mikroba.
d. Pengemasan daging harus dipisah dengan hati dan ginjal karena biasanya hati akan cenderung basah dan mengeluarkan darah yang membuat daging menjadi basah dan cepat busuk, sedangkan ginjal sebagai tempat penyaringan air kencing kadang sedikit berbau pesing.
e. Daging disimpan pada box (tempat) sesuai jatah masak, misalnya mempunyai daging 2 kg dengan jumlah keluarga 4 orang, dengan porsi sekali masak 250 gram, maka daging sebaiknya dibagi menjadi 8 bagian (per 250gram) dan disimpan dalam 8 tempat khusus yang dipisah, misalnya plastic, atau tupper ware. Penyimpanan per porsi masak memudahkan dalam melakukan thawing (mencairkan daging beku), karena hanya mengeluarkan daging sesuai porsi masak. Daging yang keluar masuk kulkas untuk dithawing (dicairkan) dan dibekukan  berulang-berulang akan kehilangan komponen-komponen  penting dalam daging yang larut berkali-kali bersama air yang keluar. akibatnya kandungan nutrisi daging akan jauh berkurang,
f. Menyimpan daging dalam bentuk pipih akan lebih mudah untuk di Thawing daripada bentuk bulatan.
g. Tandai dengan kode dan tanggal penyimpanan, hal ini dilakukan untuk menghindari tercampur dengan daging baru atau mengingatkan tanggal simpan. system FIFO (first in first out) bisa diterapkan. Dimana daging yang masuk diawal harus dikeluarkan di awal.

3. Bagaimana cara thawing (mencairkan) daging beku dan keras dari lemari beku?
Cara Thawing berpengaruh pada kualitas daging yang dimasak. Daging yang dimasak masih dalam keadaan dingin dan keras menyebabkan proses matang yang tidak sempurna, bagian luar daging mungkin sudah matang tapi bisa saja bagian masih mentah. Dalam kondisi tersebut bisa saja daging bagian dalam masih mengandung mikroba yang bisa menyebabkan sakit.
Daging yang dicairkna dalam air atau dalam ruangan terbuka beresiko tercemar dan terjadi perkembangbiakan mikroba. Thawing dengan merendam dalam air juga menyebabkan larutnya kandungan zat2 penting dalam daging. Sebelumnya, pastikan apa yang akan anda masak dan tentukan daging dari jenis apa, bagian mana dan jumlah berapa yang akan dimasak. Thawing yang aman adalah menyimpannya dalam chiller lemari es (kalau saya mau masak daging di pagi hari, malam hari sebelum tidur biasanya daging dari freezer mulai saya taruh di chiller, kalau mau masak sore, ya pagi sebelumnya mulai saya taruh di chiller) atau dengan microwave.
Demikian sobat semua. Semoga Pedoman Penanganan Daging Qurban ini bermanfaat dan selamat mencoba.

sumber : Drh. Supriyanto MVPH (Dokter hewan Kota Yogyakarta)